Sejarah

img_1353
Fakultas Kedokteran gigi termasuk fakultas yang tertua dalam lingkungan Universitas Baiturrahmah, walaupun umurnya baru mencapai dua puluh dua tahun. Jumlah mahasiswa saat ini sekitar 764 orang yang berasal dari lulusan berbagai sekolah menengah terutama dari Sumatera Bagian Tengah. Kegiatan perkuliahan dan praktium dilakukan di kampus Aie Pacah, namun tugas klinik seluruhnya dilakukan di kampus lama di jl. Damar Padang. Sejak Wisuda pertama tahun 1993, fakultas ini telah meghasilkan sebanyak 360 orang lulusan yang bertugas diberbagai tempat di seluruh Indonesia.

Sampai tahun 1985, di Sumatera Barat atau lebih tepatnya di Sumatera bagian tengah (Sumatera Barat, Riau, dan Jambi) belum didapati program studi Pendidkan dokter gigi, mencermati hal tersebut, yayasan pendidikan Baiturrahmah yang saat ini akan mulai berkiprah dalam mengembangkan pendidikan tinggi di Sumatera Barat, menyiapkan pendirian fakultas jenis tersebut.

Melalui kopertis wilayah I Medan keuarlah izin operasional sekolah tinggi kedokteran gigi yayasan pendidikan Baiturrahmah pada tahun 1985 dan setelah itu dengan terbitnya keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, No. 0284/O/1988 tanggal 18 juni 1988 diberikanlah status terdaftar kepada Sekolah Tinggi Kedokteran Gigi tersebut. Sejak tahun pendirian tadi dijalinlah kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara Medan terutama dalam hal pembantuan tenaga dosen. Ketergantungan ini sangat besar sekali apalagi mengingat program baru ini dalam status terdaftar sehingga tenaga ujian Negara pun dibantu oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.

img_1381Dengan berdirinya Universitas Baiturrahmah tahun 1994 maka sekolah Tinggi ini dimasukkan kedalam wadah universitas dan sekaligus statusnya menjadi Fakultas Kedokteran Gigi. Pada tahun awal perkembangan sekolah tinggi/fakultas ini, yayasan Pendidkan Baiturrahmah memang meghadapi masalah besar, sungguh merupakan beban yang sangat berat ang au tidakau harus diikul sendiri oleh Yayasan. Sampai tahun 2006 mahasiswa yang terdaftar sekitar 600-700 orang. Namun demikian perkuiahan dan praktikum diusahakan selancar mungkin walaupun suara keluhan atau ketidakpuasan selalu saja terdengar. Syukur alhamdulillah, dalam periode yang berat ini, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah telah dapat menghasilkan sebanyak 360 wisudawan dan wisudawati Dokter Gigi dan teah mengabdikan diri dibeberapa tempat instansi di Indonesia. Beberapa orang diantara alumni tersebut direkrut menjadi dosen di almamater mereka sendiri. Bahkan dua diantaranya dikirim untuk studi lanjut di Faculti Pergigian di University of Malaya Kuala Lumpur, dan telah berhasil meraih gelar MDSc. Dengan memuaskan dan 1 orang staf pengajar juga telah berhasil meraih gelar Ph.D di Jepang. Hal ini sekaligus merupakan usaha dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturahmah untuk membuktikan bahwa Universitas Baiturrahmah akan terus meningkatkan mutu pendidikan. Dan dengan mutu pendidikan yang cukup baik tersebut maka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, setelah memperoleh rekomendasi dari BAN PT melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. No. 001/BAN-PT/AK-I/VIII/1998 tanggal 11 Agustus 1998, menetapkan Progran Studi Pendidikan Dokter Gigi Universitas Baiturrahmah, terakreditasi dengan peringkat B.

Pada tahun 1990, FKG – UNBRAH mulai membuka poliklinik gigi untuk umum dengan mengambil tempat di Jalan. Damar I no 16. Padang. Dibagian selatan kompleks SD Baiturrahmah. Poliklinik ini merupakan sarana bagi mahasiswa FKG – UNBRAH yang telah duduk di tingkat IV dan mulai menempuh kepaniteraan klinik yang ditentukan. Pada mulanya hanya poliklinik ini mempunyai sekitar 30 unit gigi, untuk semua bagian / departemen yang ada di kedokteran gigi, namun dengan perjalanan yang panjang mulai tahun 1995 poliklinik gigi sudah menempati gedung tersendiri dengan jumlah 3 lantai.

Dengan semakin terbukanyaakses iformasi termasuk di bidang kesehatan dan kedokteran gigi, maka masyarakat juga semakin meningkat pengetahuannya tentang pentingnya kesehatan termasuk kesehatan gigi. Hal ini tentunya akan berdampak terhadap peningkatan kebutuhan suatu pelayanan kesehatan/kedokteran gigi yang dapat memberikan layanan komprehensif dan mutahir. Kebutuhan pelayanan kesehatan /kedokteran gigi masyarakat yang cangih selama ini belum dapat sepenihnya dilayani di Indonesia Khususnya Sumatera Bagian Tengah. Pada kenyataannya akan mencari Universitas terkemuka di dunia. Disini tidak hanya dituntut adanya rumahsakit khusus pendidikan gigi mulut tetapi rumah sakit tersebut harus menjadi pusat unggulan pelayanan, pendidikan dan riset di bidang kedokteran gigi.

Pendidikan kedokteran gigi berpijak pada dua landasan yaitu pendidikan akademik dan professional. Pendidikan untuk memperoleh sebutan profesi dokter gigi didasari kemampuan di poliklinik yang dimiliki Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah. Poliklinik ini tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan sarana pendidikan profesi yang komprehensif, karena selama ini poliklinik yang ada belum memenuhi criteria suatu Rumah Sakit yang bersifat akademik, seperti belum tersedianya ruang operasi, rawat inap, laboratorium klinik dan unit gawat darurat. Selama ini dalam megatasi kekurangan sarana pendidikan tersebut, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah bekerja sama dengan Rumah sakit Islam Siti Rahmah Padang dan Rumah sakit Tipe D di daerah Kota Padang serta beberapa Puskesmas. Walaupun demikian kenyataanya serig kali dijumpai hambatan teknis di dalam pelaksanaannya karena adanya perbedaaan kebijakan atau misi dari kedua institusi.

Pada dekade terakhir ini  perkembangan profesi Kedokteran Gigi khususnya di Indonesia telah berkembang pesat ditandai dengan terus meningkatnya minat untuk meningkatkan kemampuan profesi kalangan dokter gigi dengan pendidikan formal/terstruktur. Perkembangan ini telah menjadi pemicu perlunya suatu sarana untuk menjawab tuntutan perkembangan profesi tersebut antara lain adalah suatu sarana untuk menjawab tuntutan perkembangan profesi tersebut antara lain adalah suatu “rumah sakit khusus gigi dan mulut”, tempat para mahasiswa dapat dilatih pada suasana kerja dan lingkungan sebenarnya. Untuk itu poliklinik FKG Unbrah seharusnya juga memiliki sarana yang sama seperti Rumah Sakit khusus lainnya, sehingga RSGM FKG Unbrah dapat berfungsi sebagaimana mestinya agar jelas dalam kedudukan dan statusnya dalam sistim pelayanan kesehatan di Indonesia.

Tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknik kedoteran gigi dan kedokteran yang semakin meningat, sudah saatnya diperlukan suatu sarana tempat tuntutan tersebut dapat dipadukan dengan tuntutan penyelengaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang lebih Baik. Berdasarkan hal hal seperti tersebut di atas, maka FKG Unbrah mengubah pola pelayanan dan managerial poliklinik gigi-mulut FKG Unbrah dari status sebagai “Klinik gigi  FKG Unbrah” kearah suatu rumah sakit khusus gigi mulut yang diarahkan pula menjadi rumah sakit pendidikan dengan nama rumah sakit gigi dan mulut FKG Universitas Baiturrahmah. Dengan menggunakan surat izin nomor 110/izin/yankes/DKK/I/2007. disini dipadukan pola pelayanan dan managerial dari terminology rumah sakit khusus yaitu suatu rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan berdasarkan jenis penyakit tertentu atau disiplin ilmu dan rumah sakit yaitu suatu rumah sakit umum yang digunakan untuk tempat pendidikan tenaga medik setingkat dental secara berjenjang.

Ditulis oleh : Ivan Sander