
Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Baiturrahmah (Unbrah) menggelar webinar bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Penulisan Manuskrip Jurnal dan Buku Ilmiah: Produktif, Etis dan Bereputasi”.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada Jumat (7/8/2026), dengan menghadirkan narasumber nasional dr. Mirza Zaka Pratama, Sp.PD, M.Biomed., yang merupakan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Webinar diikuti oleh akademisi FKG Unbrah yang ingin memahami pemanfaatan AI secara tepat dalam proses penyusunan manuskrip jurnal maupun buku ilmiah.
Dekan FKG Unbrah Dr. dr. Yenita Alamsyah, M.Kes mengatakan Perkembangan dunia akademik dan riset yang semakin cepat menjadi salah satu alasan pentingnya peningkatan kemampuan sivitas akademika dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kehadiran AI menawarkan berbagai peluang untuk mempercepat proses kerja akademik, namun pada saat yang sama menuntut pemahaman yang kuat mengenai batas-batas penggunaan teknologi dalam kegiatan ilmiah.
Dengan kegiatan tersebut, peserta diajak memahami bahwa AI tidak semestinya diposisikan sebagai pengganti penulis atau peneliti, melainkan sebagai alat bantu yang dapat mendukung sejumlah tahapan dalam proses riset dan penulisan. Dengan pemanfaatan yang tepat, teknologi tersebut dapat menjadi akselerator produktivitas tanpa menghilangkan peran utama penulis dalam menghasilkan gagasan ilmiah.

Dalam webinarnya dr. Mirza Zaka Pratama, Sp.PD, M.Biomed menyampaikan bahwa Salah satu pemanfaatan AI yakni dapat membantu penulis dalam melakukan pemetaan literatur. Teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menemukan, mengelompokkan, dan memahami berbagai referensi yang relevan dengan topik penelitian sehingga proses penelusuran literatur dapat dilakukan secara lebih efektif.
Selain itu, AI juga dapat digunakan untuk membantu menstrukturkan ide dalam penulisan manuskrip maupun buku ilmiah. Penggunaan teknologi tersebut memungkinkan penulis memperoleh gambaran awal mengenai kerangka tulisan, pengorganisasian gagasan, serta hubungan antartopik sebelum dikembangkan lebih lanjut berdasarkan analisis dan argumentasi ilmiah penulis.
AI juga memiliki peran dalam membantu penyuntingan bahasa sehingga tulisan ilmiah menjadi lebih sistematis, jelas, dan mudah dipahami. Pemanfaatan tersebut terutama dapat membantu memperbaiki struktur kalimat, tata bahasa, dan aspek kebahasaan tanpa mengubah substansi ilmiah yang menjadi tanggung jawab penulis.
Namun menurutnya, kemudahan penggunaan AI juga menghadirkan tantangan serius terkait integritas akademik. Penulis tetap harus memastikan bahwa setiap informasi yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan, sementara data, hasil penelitian, dan interpretasi ilmiah tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada sistem kecerdasan buatan.

Analisis kritis menjadi bagian yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Penulis harus mampu menilai relevansi informasi, membandingkan berbagai temuan, menguji argumentasi, serta menentukan kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia.
Demikian pula dengan validasi data dan orisinalitas pemikiran yang tetap menjadi tanggung jawab penuh penulis. AI dapat membantu mempercepat pekerjaan teknis, tetapi tidak dapat dijadikan sebagai sumber utama untuk menentukan kebenaran ilmiah suatu temuan tanpa proses verifikasi oleh peneliti.
Lebih lanjut katanya, dalam konteks penulisan manuskrip jurnal, pemanfaatan AI secara etis diharapkan dapat membantu akademisi meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi kualitas substansi penelitian. Penulis tetap harus memahami kaidah publikasi ilmiah, memastikan keakuratan referensi, serta mengikuti ketentuan jurnal yang menjadi tujuan publikasi.
Hal serupa berlaku dalam penyusunan buku ilmiah. AI dapat dimanfaatkan sebagai “asisten riset” untuk membantu proses awal pengembangan gagasan dan penyuntingan, tetapi keseluruhan isi dan kontribusi intelektual harus tetap mencerminkan kompetensi, pengalaman, serta pemikiran ilmiah penulis.
Sementara itu dalam webinar tersebut terlihat Antusiasme akademisi FKG Unbrah, hal ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk terus meningkatkan literasi digital di lingkungan perguruan tinggi, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin terintegrasi dengan aktivitas akademik dan penelitian.
Melalui kegiatan tersebut, FKG Unbrah mendorong sivitas akademikanya agar tidak hanya mampu menggunakan teknologi AI, tetapi juga memahami aspek etika dan tanggung jawab dalam pemanfaatannya. Produktivitas akademik diharapkan dapat meningkat sejalan dengan tetap terjaganya integritas, originalitas, dan kredibilitas karya ilmiah.
Webinar tersebut mengajarkan pada akademisi bahwa dalam menghasilkan karya ilmiah yang produktif dan bereputasi bukan berarti menyerahkan seluruh proses penulisan kepada AI. Teknologi AI perlu dikendalikan dan dimanfaatkan sebagai alat bantu agar proses akademik menjadi lebih efisien, sementara kualitas pemikiran, analisis kritis, validasi data, orisinalitas, dan tanggung jawab etis tetap berada di tangan akademisi sebagai penulis dan peneliti.
