
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah (FKG Unbrah) memenuhi undangan Rapat Koordinasi, Monitoring, dan Evaluasi Peserta Didik bersama Rumah Sakit Universitas Andalas (RS Unand), Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam meningkatkan mutu pendidikan klinis bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Gigi FKG Unbrah.
Dalam pertemuan tersebut, FKG Unbrah diwakili langsung oleh Wakil Dekan I, drg. Valendriyani Ningrum, MPH, Ph.D. Kegiatan juga dihadiri oleh jajaran pimpinan serta tim pembimbing klinis RS Unand.
Menurutnya rapat koordinasi membahas pelaksanaan pendidikan mahasiswa profesi dokter gigi selama menjalani pembelajaran klinis di RS Unand. Selain itu, monitoring dan evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh proses pendidikan berjalan sesuai dengan capaian pembelajaran dan standar kompetensi yang ditetapkan.
Agenda tersebut sekaligus menandai pembaruan dan sosialisasi Buku Panduan Stase Integrasi Rumah Sakit Umum. Panduan terbaru ini menjadi acuan dalam pelaksanaan pembelajaran serta memperluas arah kompetensi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Gigi FKG Unbrah di RS Unand.

Salah satu kompetensi yang diperkuat adalah pemahaman mengenai manajerial rumah sakit. Mahasiswa diarahkan untuk memahami alur tata kelola, sistem pelayanan kesehatan, serta koordinasi antarunit dalam memberikan pelayanan yang terintegrasi kepada pasien.
Mahasiswa juga memperoleh penguatan melalui Interprofessional Education (IPE). Pendekatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa dokter gigi untuk belajar dan berkolaborasi dengan berbagai profesi tenaga kesehatan dalam proses penanganan pasien.
Kolaborasi antarprofesi dinilai penting karena pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada satu bidang keilmuan. Melalui IPE, mahasiswa diharapkan mampu membangun komunikasi, koordinasi, dan kerja sama yang baik dengan tenaga kesehatan lainnya demi keselamatan pasien.
Kompetensi lainnya adalah observasi manifestasi oral dari penyakit sistemik. Mahasiswa dilatih meningkatkan kepekaan dalam mengidentifikasi berbagai tanda penyakit sistemik yang dapat terlihat pada rongga mulut melalui pengamatan langsung di lingkungan rumah sakit rujukan.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman mahasiswa mengenai hubungan antara kesehatan gigi dan mulut dengan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memiliki keterampilan klinis, tetapi juga mampu melakukan pendekatan medis secara holistik.
Pertemuan ini menjadi wujud komitmen berkelanjutan FKG Unbrah bersama RS Unand dalam meningkatkan kualitas pendidikan profesi dokter gigi. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan dokter gigi yang adaptif, berwawasan medis komprehensif, serta siap berkolaborasi untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas hidup pasien.
